KABUPATEN GIANYAR

Dibaca : 3730 Pengunjung

GEOGRAFIS

1.1. Letak dan Luas Wilayah

Gianyar merupakan salah satu dari sembilan Kabupaten/Kota di Propinsi Bali, terletak antara 08o 18’48″ – 08o 38’58″ Lintang Selatan 115o 13’29″ – 115o 22’23″ Bujur Timur. Berbatasan dengan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar disebelah Barat, Kabupaten Bangli di sebelah Utara, Kabupaten Bangli dan Klungkung disebelah Timur serta selat Badung dan Samudra Indonesia disebelah Selatan.

Bagian terluas wilayah Kabupaten Gianyar (20,25%) terletak pada ketinggian 250 – 950 meter dari permukaan laut. Terdapat 12 buah sungai melintasi wilayah Gianyar Sebagian besar air sungai dimanfaatkan sebagai irigasi persawahan. Gianyar tidak memiliki gunung berapi. Luas Kabupaten Gianyar 36.800 Hektar atau 6,53% dari luas Bali secara keseluruhan. Keadaan sampai akhir tahun 2011 luas sawah 14.732 Ha. Tanah kering 21.879 Ha dan tanah lainnya berupa Rawa-rawa, Tambak, kolam/ tebat/ empang luasnya 171 Ha.

1.2. Musim

Seperti umumnya keadaan musim di daerah lainnya, Kabupaten Gianyar dikenal dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Keadaan ini berkaitan erat dengan arus angin yang bertiup di kawasan Indonesia. Pada bulan Januari sampai Desember arus angin yang berhembus banyak membawa uap air kerena melewati Samudra Pasifik dan beberapa lautan di sekeliling luar Indonesia, sehingga mengakibatkan musim yang tidak menentu dan sering terjadi hujan lebat disertai angin besar.

1.3. Curah Hujan

Curah hujan antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim dan perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu jumlah curah hujan beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat.

Sejak tahun 2006 pencatatan curah hujan dilakukan pada tiap-tiap kecamatan dengan masing-masing ada 1 buah tempat pencatatan curah hujan. Berdasarkan hasil pencatatan curah hujan bahwa sepanjang tahun 2011 curah hujan di Kabupaten Gianyar berkisar antara 10 – 560 mm. Kecamatan dengan total curah hujan tertinggi adalah kecamatan Payangan yaitu sebesar 2380 mm, tempat kedua Kecamatan Ubud dengan total curah hujan 2106 mm sedangkan kecamatan dengan curah hujan terkecil adalah Kecamatan Gianyar dengan total curah hujan 1431 mm.

Bulan Agustus merupakan bulan terkering selama tahun 2011 dengan curah hujan berkisar 10 – 23 mm.

 

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

1.1 Populasi dan Karakteristik Penduduk

Serangkaian Sensus Penduduk yang telah dilaksanakan tercatat jumlah penduduk Gianyar sebelum Kemerdekaan pada tahun 1930 hanya 164.409 jiwa. Meningkat menjadi 306.129 jiwa pada tahun 1980, 336.738 jiwa tahun 1990 dan menjadi 393.155 jiwa pada tahun 2000.

Hasil supas pada tahun 2005 tercatat 421.067 jiwa terdiri dari laki-laki 214.516 dan perempuan 206.551 jiwa. Sedangkan hasil Sensus Penduduk 2010 mencatat penduduk sebanyak 469.777 jiwa dengan laki-laki ada 237.493 jiwa dan Perempuan sebanyak 232.284 jiwa.

Pertumbuhan penduduk SP-2010 sebesar 1,79 % setelah Supas 2005, periode tahun 1961 – 1971 sebesar 1,58 % menjadi 1,33 % pada tahun 1980 – 1990 , sedangkan tahun 1990-2000 mencapai 1,56%. Hasil Supas 2005 pertumbuhan penduduk Gianyar 1,38 %.

Sex ratio penduduk Gianyar hasil SP-2010 menunjukkan 102,24 artinya bahwa jumlah penduduk laki-laki sudah melebihi penduduk perempuan. Sebaran penduduk antar Desa dan Kecamatan rangenya relatif tinggi, hal ini ditunjukkan oleh tingkat kepadatan, seperti Kecamatan Payangan hanya 542 jiwa per Km2 sedangkan Kecamatan Sukawati sudah mencapai 2.007 jiwa per Km2. Sejalan bertambahnya jumlah penduduk, jumlah Rumah tangga juga bertambah dengan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga 4 orang.

1.2 Ketenaga Kerjaan

Gambaran mengenai ketenaga kerjaan di Kabupaten Gianyar berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional menunjukkan jumlah angkatan kerja pada tahun 2011 sebanyak 272.944 orang yang terdiri dari penduduk yang bekerja 267.054 orang dan yang mencari pekerjaan sebanyak 5.890 orang. Penduduk yang bukan merupakan angkatan kerja terdiri dari penduduk yang sekolah sebanyak 24.137 orang, mengurus rumah tangga 43.592 orang dan lainnya 21.545 orang.

Dilihat dari distribusi penduduk yang bekerja menurut sektor, sektor Perdagangan Besar , Eceran dan Rumah Makan menduduki posisi teratas yakni sebasar 32,09%, disusul sektor Industri Pengolahan sebasar 18,21%, lainnya 17,40%, sektor Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, Perikanan sebesar 16,89 % dan yang terendah adalah Jasa Kemasyarakatan yaitu sebesar 15,40%.

 

PERTANIAN

Kabupaten Gianyar yang terkenal sebagai daerah tujuan wisata dengan dukungan industri pengolahan baik skala besar sedang maupun kecil termasuk sub sektor industri kecil & kerajinan rumah tangga, yang cukup dominan juga merupakan wilayah agraris hal ini ditunjukkan dengan masih eksisnya pesedahan yang ada. Hingga tahun 2010 luas pesedahan sawah di Gianyar mencapai 11.143,9107 hektar dan pesedahan darat mencapai 11.484,4485 hektar.

Dari 14.732 hektar luas sawah di Gianyar, 14.410 hektar atau sekitar 97,81 % berpengairan setengah teknis, 243 hektar atau 1,65 % berpengairan sederhana PU dan 79 hektar sisanya berpengairan tradisional.

1.1. Lahan Pertanian

Luas wilayah Kabupaten Gianyar pada dasarnya tidak mengalami perubahan, akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah peralihan penggunaan lahan sebagai konsekwensi dari pesatnya pembangunanan di daerah ini.

Peralihan terjadi dari lahan sawah menjadi lahan kering seperti bangunan tempat tinggal, Art shop / toko, jalan maupun pembangunan prasarana fisik lainnya. Luas keseluruhan bukan tanah sawah 12.389 Ha sebagian besar merupakan lahan pertanian kering yang terdiri dari tegal kebun seluas 11.247 Ha, tanaman kayu-kayuan seluas 1.135 Ha dan tanaman perkebunan 7 Ha.

Kecamatan yang terluas lahan sawahnya adalah Sukawati (2.705 Ha) yang terkecil Tampaksiring (1.337 Ha). Sedangkan Kecamatan yang terluas lahan pertanian tanah keringnya adalah Payangan (3.573 Ha). Yang terkecil Kecamatan Blahbatuh 652 Ha).

1.2. Tanaman Bahan Makanan

Tanaman bahan makanan yang utama dari lahan pertanian yang diusahakan oleh petani adalah padi. Produksi padi sawah di Kabupaten Gianyar tahun 2011 sebesar 186.865,02 ton. Produksi ini mengalami peningkatan sebesar 0.80% dari tahun sebelumnya.

Tanaman lain seperti sayursayuran dan buah-buahan di daerah ini cukup besar peranannya dalam memenuhi konsumsi masyarakat bahkan mampu mengangkat pendapatan petani secara ekonomi. Beragam buah-buahan terdapat di Kabupaten Gianyar yang terebar di masing-masing kecamatan.

1.3. Perkebunan

Luas areal tanaman perkebunan dan luas areal produktif pada tahun 2011 sebagian besar tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada Tabel 5.2.1 terlihat luas areal tanaman tembakau rakyat mengalami peningkatan dari 242 Ha menjadi 283 Ha, demikian pula luas areal produktifnya meningkat dari 242 Ha menjadi 283 Ha. Komoditi kelapa genjah juga mengalami peningkatan luas areal tanam maupun luas areal produktif dibanding tahun sebelumnya. Disisi lain tanaman enau mengalami penurunan luas areal tanam dan luas areal produktif.

1.4. Peternakan

Populasi ternak besar tahun 2011 yang ada di Kabupaten Gianyar yaitu sapi 47.282 ekor. Di Kecamatan Payangan pemelihara ternak sapi terbanyak yaitu 14.710 ekor disusul Tegallalang 12.040 ekor, dan Kecamatan lainya kurang dari tuju ribu ekor.

Populasi ternak kecil yang terbanyak dipelihara adalah babi 131.283 ekor naik 0.47 %. Ternak kecil yang lain yaitu kambing sebanyak 593 ekor.

Populasi unggas tahun 2011 seperti ayam kampung, itik, angsa dan merpati mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan ayam ras baik itu ayam petelur maupun ayam pedaging mengalami penurunan. Kalau dilihat produksi telor secara keseluruhan terjadi peningkatan sebesar 3,28 %. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya produksi telor ayam buras sebesar 162,05 %, sedangkan telor ayam ras dan telor itik mengalami penurunan masing-masing sebesar 0.08% dan 58,79%.

1.5. Perikanan 

Produksi perikanan laut tahun 2011 tercatat 655,30 ton meningkat sebesar 49,34 %, dibanding sebelumnya. Pindang yang merupakan proses pengolahan pasca penangkapan produksinya meningkat dari 145,50 ton menjadi 195,80 ton pada tahun 2011. sedangkan produksi udang mengalami peningkatan sebesar 190,2 ton yaitu dari 582,8 ton pada tahun 2010 menjadi 773 ton tahun 2011.

Produksi Ikan air tawar di kolam 1.250,5 ton tahun 2011 meningkat 66,29 persen dimana sebelumnya tahun 2010 produksi sebesar 752 ton. Budidaya ikan di kolam tahun 2011 tersebar di tujuh kecamatan dan produksi terbesar ada di Kecamatan Blahbatuh mencapai 920,2 ton. Produksi terkecil terdapat di Kecamatan Sukawati yang hanya 1,5 ton.

 

INDUSTRI, PENGGALIAN, LISTRIK DAN AIR MINUM

1.1. Industri pengolahan 

Konsep Industri Pengolahan yang digunakan BPS pendekatannya adalah tenaga kerja. Industri dikelompokkan menjadi 4 (empat) yaitu: 

- Industri kerajinan rumahtangga tenaga kerjanya 1 – 4 orang 

- Industri kecil tenaga kerjanya 5 – 19 orang 

- Industri sedang tenaga kerjanya 20 – 99 orang 

- Industri besar tenaga kerjanya 100 orang ke atas 

Populasi industri besar/ sedang kondisinya sangat labil terutama sub sektor industri kayu (patung). Hal ini disebabkan adanya sistem order (pesanan) sehingga quantitas tenaga kerjanya cenderung berfluktuasi yang cukup tajam. Jumlah industri besar / sedang sampai dengan akhir tahun 2011 ada sebanyak 81 perusahaan. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini sebanyak 3695 orang. 

Berbeda dengan konsep tenaga kerja seperti di atas, dengan pendekatan melalui Modal Usaha dan Investasi tercatat di Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Kabupaten Gianyar jumlah usaha sub sektor industri kecil / kerajinan tahun 2011 sebanyak 22.726 unit usaha dengan tenaga kerja 68.382 orang, sedangkan nilai investasi pada industri kecil mencapai Rp. 2.140 triliun, dengan nilai produksi mencapai lebih dari 3.521 triliun rupiah. Pertumbuhan nilai investasi dan nilai produksi pada industri kecil kerajinan pada tahun 2011 menunjukkan nilai masing-masing 60,38 persen dan 99,86 persen dari pada tahun sebelumnya. Industri Kecil Kerajinan terdiri dari industri pertanian dan hasil hutan, industri logam mesin dan kimia serta industri Aneka dan tekstil. 

Industri Penyosohan merupakan pendukung sektor pertanian dalam proses produksi beras keberadaannya sangat diperlukan. Hingga tahun 2011 industri penyosohan ada 193 unit yang semuanya telah memiliki ijin.

1.2. Pertambangan dan Penggalian 

Sektor penggalian utamanya Galian C memberikan sumbangan yang sangat kecil bagi perekonomian Gianyar yaitu hanya sebesar 0,41 % tahun 2011. Namun pemerintah daerah Kabupaten Gianyar enggan mengumpulkan data ini karena kegiatan penggalian menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup parah dan mempunyai resiko yang sangat tinggi bagi para pekerjanya. Bahkan kegiatan ini sudah dilarang, namun beberapa pekerja masih saja melakukan kegiatan ini Dalam hal mengantisipasi merambaknya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan Penggalian, Tim Gabungan baik dari Tim Propinsi maupun Kabupaten belakangan ini semakin mengintensipkan pembinaan langsung ke desa-desa kepada para penambang.

1.3. Listrik dan Air Minum 

Berkat terobosan yang tidak henti-hentinya dari Pemerintah Kabupaten Gianyar seluruh Desa dan Kelurahan di Kabupaten Gianyar sudah terjangkau oleh kedua jenis fasilitas yang strategis ini. Bahkan untuk listrik seluruh Dusun sudah menikmatinya.

Total pelanggan listrik pada tahun 2011 adalah 98.844. Data menunjukkan selama lima tahun terakhir pelanggan listrik terus meningkat. Untuk pelayanan kepada pelanggan banyaknya KWH terpakai adalah 232.617.655 KWH. Jenis penggunaan yang terbanyak adalah untuk rumah tempat tinggal ada 132.543.643 KWH berarti hampir sebagian besar yaitu 56,98 %.

Untuk Kelompok Bisnis sebesar 31,84 persen, untuk penerangan jalan 3.93 persen, Pemerintah 3,90 %, Badan Sosial 1,89% dan lainnya 1,46%.

Gambaran produksi dan distribusi Air Minum di Kabupaten Gianyar tahun 2011 menunjukkan dari total produksi 691 liter per detik didistribusikan sebesar 814,94 liter per detik dengan jumlah sambungan 49.100 unit. Penggunaan air minum tahun anggaran 2011 adalah 21.787.662 m³ dengan rincian penggunaan sebagai berikut : rumah tempat tinggal 37,24 persen; usaha (pertokoan, industri dan hotel) 2,47 persen ; Instansi Pemerintah 0,59 persen. Badan-badan sosial seperti rumah sakit, tempat peribadatan menggunakan sekitar 1,16 persen dan pelanggan khusus PDAM Kota Denpasar sebesar 0,04 persen, sedangkan nilai susut/ hilang diperkirakan mencapai 56.97 persen.

 

PERDAGANGAN

1.1. Populasi Usaha Perdagangan 

Kesadaran untuk memenuhi kewajiban dari para pengusaha di Kabupaten Gianyar untuk mengurus surat tanda daftar perusahaan cukup tinggi ini terlihat dari jumlah penerbitan tanda daftar perusahan oleh dinas terkait dari tahun ke tahun terus meningkat hingga tahun 2011 sudah 617 TDP yang diterbitkan. 

Sektor Pedagangan, Hotel & Restauran yang mengajukan permohonan tahun 2011 yang telah dikeluarkan izin usahanya 511 buah, sektor Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan, dan Jasa Keuangan terdapat 41 Usaha. Berturut-turut yang terbanyak adalah Perusahaan Perseorangan, selanjutnya PT kemudian CV dan Koperasi.

1.2. Harga- Harga 

Observasi pasar untuk memantau perkembangan harga eceran sembilan bahan pokok (sembako) dilakukan setiap minggu, untuk harga-harga komoditi lainnya dan harga perdagangan besar observasinya setiap bulan. Harga komoditi beras giling berfluktuasi dimana pada bulan Januari harganya Rp 8000, kemudian pada bulan Februari sampai Mei turun dan naik lagi pada bulan Juli sampai akhir tahun. Harga ikan asin dan minyak goreng juga berfluktuasi, dimana pada bulan-bulan tertentu harga komoditi tersebut turun seperti ikan asin turun pada bulan Maret, harga minyak goreng turun pada bulan Juli. Harga gula pasir justru tinggi pada awal tahun, bulan April harganya turun dan stabil sampai akhir tahun. Harga kebutuhan non makanan seperti sabun cuci rinso tekstil stabil selama tahun 2011, demikian pula harga bahan bangunan seperti semen gresik masih stabil.

 

KEUANGAN DAN PERBANKAN

1.1. Keuangan Daerah 

Dalam Perencanaan Anggaran dan Belanja Daerah (APBD II) Pemerintah menganut prinsip anggaran berimbang dan dinamis. Prinsip dinamis berarti makin meningkatnya jumlah anggaran dan tabungan pemerintah Daerah hingga mampu semakin mandiri.

Keberhasilan pembangunan ekonomi memberi peluang meningkatnya penerimaan daerah. Penerimaan tersebut selanjutnya dimanfaatkan kembali dalam bentuk pembiayaan pembangunan di berbagai bidang demi kesejahteraan yang semakin baik bagi masyarakat. Tahun terakhir realisasi penerimaan Rutin Kabupaten Gianyar mengalami peningkatan sebesar 6,81 % dari 832,45 milyar rupiah pada tahun 2010 menjadi 889,17 milyar rupiah pada tahun 2011.

Sejak tahun 2005 belanja daerah dibedakan menjadi belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga. Tahun 2011 belanja daerah Kabupaten Gianyar mencapai 856,80 miliar rupiah. Belanja operasional menyerap dana belanja terbesar hingga 87,78 % atau sekitar 752,06 miliar rupiah disusul belanja modal menyerap 11,15% sedangkan belanja tak terduga menyerap hanya 0,07 %. Sedangkan transfer ada senilai 18,05 miliar rupiah.

1.2. Perbankan dan Koperasi

Data dari Kantor B.R.I Cabang Gianyar menunjukkan Jumlah simpanan pada akhir tahun 2011 adalah Rp. 157,14 milyar dengan kontribusi menurut jenisnya yaitu Giro 8,91 %. Deposito 24,68 % serta Tabungan 66,41 %. (Tabel 9.2.1 – 9.2.2).

Kredit Investasi Kecil dan Kredit Kerja Permanen Bank Pembangunan Daerah Bali Kantor Cabang Gianyar tahun 2011 berjumlah Rp. 456,76 milyar, posisinya menurut sektor ekonomi seperti: Sektor Pertanian 4,14 %; Industri 2,80 %; perdagangan 21,41 %, sektor perhubungan 0 % dan sektor lainnya 71,64. Tabungan SIBAPA dan SIMPEDA di BPD Cabang Gianyar menurut posisi terakhir adalah Rp 1.204,51 milyar.

Perkembangan Koperasi di Gianyar sampai akhir tahun 2011 jumlah Koperasi ada 1.116 buah. Menurut jenis usahanya dapat dibedakan, Pertanian 18 usaha, Industri/Kerajinan ada 24 usaha, serba usaha 804, koperasi pasar ada 2 buah, dan fungsional ada 57 buah. Jumlah anggota koperasi seluruhnya 204.440 orang. Banyaknya KUD di Kabupaten Gianyar 12 buah semuanya sudah mandiri dengan jumlah anggota 28.657 orang.

 

TRANSPORTASI, KOMUNIKASI DAN PARIWISATA

1.1. Jalan, Jembatan dan Angkutan Darat

Jalan merupakan prasarana pengangkutan yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Pembangunan prasarana umum ini memerlukan pula peningkatan pembangunan jalan yang lebih baik untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang. 

Jalan yang telah diaspal sampai akhir tahun 2011 sudah mencapai 555.538 Km. Jumlah jembatan pada tahun 2011 ada 71 buah. Jembatan Propinsi 12 buah, jembatan Kabupaten 35 buah dan jembatan negara 24 buah. Dari seluruh jembatan yang ada di daerah ini, terdapat 1 buah yang rusak ringan, 15 buah dengan kondisi sedang lainnya sebanyak 55 buah (74,46 %) dengan kondisi baik. Jumlah kendaraan wajib uji di Kabupaten Gianyar seluruhnya 7.047 buah, terdiri dari kendaraan umum 1104 buah (15.67 %) dan kendaraan tidak umum 5.943 buah (84.33 %). Jenis kendaraan umum terdiri dari mobil penumpang 947 buah (13,44%), mobil bus 62 buah (0,88 %) dan mikrobus ada 95 buah (1,35 %). Mobil barang tidak umum sebagian besar berupa Pick Up yaitu 4851 buah, Mini Truck 876 buah dan Truck 216 buah. Pada Tabel 8.1.6 menunjukkan pada tahun 2011 mobil angkutan penumpang pedesaan 67 unit, antar kota 55 unit dan angkutan wisata 480 unit.

2.2. Pos dan Telepon 

Pembangunan pos dan Telekomunikasi mencakup jangkauan peningkatan jasa telekomunikasi dan informasi, sehingga arus berita dan informasi berjalan lancar. Beberapa usaha telah dilaksanakan untuk memperlancar pelayanan berkenaan dengan semakin meningkatnya permintaan akan jasa pos. Jumlah fasilitas fisik pelayanan PT (Persero) Pos Indonesia di Kabupaten Gianyar pada tahun 2011 adalah sebanyak 32 buah.

Kantor pos utama ada di kota Gianyar sedangkan di kecamatan lainnya dilayani oleh Kantor Pos Pembantu. Surat-surat yang dikirim maupun yang diterima meningkat dibanding tahun sebelumnya. Uang yang dikirim meningkat namun yang diterima menurun.

Banyaknya unit pelayanan Telekomunikasi akhir tahun 2011 berjumlah 25.002 unit satuan sambungan. Jenis unit pelayanan yang tersedia semua ialah Telepon Otomat. Kecamatan Gianyar memiliki fasilitas Telekomunikasi dan kapasitas sentral Kantor Cabang Telekomunikasi terbanyak. disusul Kecamatan Ubud, Sukawati, dan Tampaksiring.

3.3. Perhotelan dan Kepariwisataan 

Kepariwisataan diharapkan menjadi sektor andalan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi, mengkatrol sektor lain yang terkait, membuka lapangan kerja dan pada gilirannya meningkatkan pendapatan masyarakat daerah.

Potensi Kepariwisataan daerah Kabupaten Gianyar adalah obyek wisata berupa keindahan alam dan seni budaya yang bersumber dari agama Hindu. Dari banyaknya obyek Pariwisata, disajikan jumlah kunjungan Wisatawan pada beberapa obyek wisata yang cukup potensial di daerah ini.

Berdasarkan hasil pendataan akhir tahun 2010 banyaknya Hotel/Penginapan di Kabupaten Gianyar 395 buah, diantaranya 13 buah dengan katagori Hotel berbintang, 378 hotel non bintang dan 4 penginapan lainnya.

Dari seluruh akomodasi Hotel/Penginapan tersebut tercatat kapasitas kamarnya adalah 3.746 buah dan tempat tidur 5.006 buah.

Hampir seluruh Hotel/ Penginapan berlokasi di Kecamatan Ubud yaitu 338 buah, di Kecamatan Sukawati 16, Kecamatan Blahbatuh 12, Kecamatan Payangan 9, Kecamatan Tegallalang 8, Kecamatan Gianyar dan Tampaksiring masingmasing 6 buah akomodasi. Tingkat hunian kamar hotel untuk hotel berbintang pada tahun 2011 sebesar 50,25 % dan untuk hotel non bintang sebesar 32,84 %.

 

PENDAPATAN REGIONAL 

Sejak tahun 2004 penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gianyar mengalami penyempurnaan, berupa pengalihan tahun dasar dari 1993 ke tahun dasar 2000. Salah satu pertimbangannya ialah untuk memperoleh informasi yang lebih realistis.

Dalam Tabel 10.1 disajikan nilai absolut PDRB tahun 2011 sebesar 8.118,67 milyar atas dasar harga berlaku. Kontribusi atau besarnya peranan dari masing-masing sektor dalam mewujudkan sendi perekonomian Gianyar digambarkan seperti Tabel 10.3. Berturut-turut dari sektor yang sumbangannya tertinggi adalah : sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 29,24 %, sektor Industri Pengolahan 18,57 %, Jasa 19,22 %, dan Pertanian 16,15 %. Angkutan dan Komunikasi 4,34 %, Bangunan 5,50 %, Persewaan dan Keuangan 5,30 %, Listrik, Gas, & Air minum 1,10 %, kecuali sektor Penggalian berkontribusi kurang dari satu persen.

Laju pertumbuhan PDRB yang menggambarkan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gianyar tahun 2011 adalah 6,76 %. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 0,72 poin, meskipun demikian pertumbuhan ekonomi Gianyar masih lebih baik dari pada pertumbuhan ekonomi Bali.

Nilai absolut PDRB atas dasar harga berlaku dibagi jumlah penduduk pertengahan tahun dalam periode yang sama didapatkan angka pendapatan per Kapita penduduk. Pada tahun 2011 pendapatan per Kapita penduduk Kabupaten Gianyar adalah Rp. 16.931.644,37 atas dasar Harga berlaku. Sedangkan PDRB perkapita atas dasar harga konstan tahun 2000 adalah Rp 7.526.753,93. Dengan laju pertumbuhan penduduk pertengahan tahun sebesar 1,76 % dimana tahun 2011 menunjukkan jumlah penduduk 479.497 jiwa (hasil proyeksi), mewujudkan PDRB perkapita dengan peningkatan 8,74 % atas dasar harga berlaku dan 4,91 % atas dasar harga konstan.

 

SOSIAL

1.1. Pendidikan dan Kebudayaan

Upaya Peningkatkan kecerdasan masyarakat, merupakan tujuan pokok pendidikan. Indikator yang perlu ditingkatkan yakni partisipasi sekolah penduduk, yang konsekwensinya perlu tersedia pasilitas fisik dan dukungan peralatan pendidikan maupun tenaga guru yang memadai.

Pendidikan pra sekolah seperti Taman Kanak-Kanak ada 120 buah, sementara Sekolah Dasar ada 289 buah, SLTP 47 buah, SMU 17 buah dan SMK ada 27 buah. Jumlah murid dari semua tingkatan sekolah kecuali TK ada sebanyak 89.771 orang meningkat 1,92 % dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah guru kecuali TK ada 7.114 orang pada tahun 2011. Ratio murid terhadap guru untuk Sekolah Dasar 15 :1; SLTP 12 :1; dan SMU 10:1 sedangkan SMK 9 : 1.

Dari jumlah penduduk usia 7-12 tahun di bandingkan dengan jumlah murid Sekolah Dasar pada tahun 2011 diketahui angka Partisipasi Sekolah Dasar di Kabupaten Gianyar 99 %. Dilihat angka partisipasi per Kecamatan yang tertinggi adalah Kecamatan Gianyar dan Ubud sebesar 108 % dan yang terendah Kecamatan Blahbatuh yaitu 95 %. Sedangkan NER ratarata Kabupaten Gianyar tahun 2011 sebasar 88 %.

Angka drop out anak SD tahun 2011 mencapai 22 orang terbanyak di kecamatan Sukawati yaitu 12 orang, Tegallalang 4 orang, Tampaksiring 3 orang, Payangan 2 orang dan Ubud 1 orang. Sementara di Kecamatan Blahbatuh dan Gianyar tidak ada anak  yang drop out.

Gianyar merupakan daerah seni, dimana di daerah ini banyak sekali jenis kesenian pentas yang merupakan tarian sakral dan tradisional serta banyak berdiri sanggar seni yang jumlahnya mencapai 235.

Selain merupakan daerah seni Gianyar juga banyak memiliki perkumpulan olah raga seperti tenis meja, atletik, bola volly, bulutangkis, sepak bola, pencak silat, basket dan tenis lapangan. Dari berbagai macam cabang olah raga, tenis lapangan dan sepak bola memiliki atlet terbanyak masing-masing mencapai 1.250 orang, disusul oleh cabang olah raga bola voly dengan atlet sebanyak 540 orang.

1.2. Kesehatan dan KB

Ketersedian sarana kesehatan di Kabupaten Gianyar sampai dengan akhir tahun 2011 adalah : Rumah Sakit Pemerintah ada satu buah dengan 210 kapasitas tempat tidur. Rumah sakit swasta ada 3 buah dengan jumlah tempat tidur 116 buah. Puskesmas 13 unit, tersebar di seluruh Kecamatan, Puskesmas Pembantu pemerintah ada 65 unit.

Disamping penyediaan sarana kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat usaha penyediaan tenaga kesehatan juga ditingkatkan. Jumlah Dokter di RSU Gianyar sebanyak 67 orang. Sedangkan di Puskesmas terdapat sekitar 108 orang. Kemampuan daya tampung dan fasilitas Rumah Sakit Umum Gianyar telah diupayakan peningkatannya.

Selama tahun 2011 penderita penyakit yang perlu dirawat inap di Gianyar yang terbanyak adalah diare dengan 572 kasus, yang terbanyak kedua DHF dengan 334 kasus, DM 296 kasus dan yang terendah adalah penyakit Apendik dengan 142 kasus.

Khusus untuk pelayanan Keluarga Berencana terdapat 79 buah Klinik KB yang tersebar di tujuh Kecamatan. Peserta KB aktif di Kabupaten Gianyar sampai dengan Desember 2011 tercatat 69.835 orang. Alat Kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah IUD sebanyak 41.712 orang atau 59,73 % dan terkecil adalah MOP sebanyak 301 orang atau kurang dari satu persen. Sedangkan Akseptor baru ada sebanyak 8.401 orang. Jumlah PUS di Kabupaten Gianyar 83.528.

1.3. Peradilan

Jumlah perkara Pidana Umum dan Pidana Khusus yang masuk di Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar tahun 2011 sebanyak 4.141 kasus dan yang diselesaikan sebanyak 4.142 kasus. Sedangkan Tahanan yang masuk jumlahnya 188 orang menurun dibandingkan dengan tahun lalu.

Dari Kantor Pengadilan Negeri Gianyar tercatat banyaknya terdakwa yang diselesaikan perkara pidananya dengan berbagai jenis keputusan hukumannya tahun 2011 ada 274 perkara biasa dan pelanggaran 9.329 kasus. Jumlah Narapidana di Rumah Tahanan Negara Gianyar sebanyak 734 orang, yang terdiri 653 orang laki-laki dan 81 orang perempuan.

Selama bulan Januari sampai Desember 2011 Kejahatan dan Pelanggaran yang dilaporkan ke Polres Gianyar 459 kasus. Kejahatan yang terbanyak dilaporkan adalah penganiayaan dengan 84 kasus disusul pencurian dengan pemberatan (Curat) 63 kasus, urutan ketiga perjudian sebanyak 59 kasus.

1.4. Agama

Sesuai dengan falsafah yang kita anut pelayanan kehidupan beragama senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan untuk membina kerukunan dan menciptakan suasana yang kondusif. Jumlah pemeluk agama di Kabupaten Gianyar tahun 2011, yaitu agama Hindu 419.971 orang, Budha 1.023 orang, Islam 7.431 orang, Protestan 750 orang dan Katolik 554 orang.

Jumlah peribadatan umat Hindu sebanyak 3.766 buah terdiri dari 46 Dang Kahyangan, 969 Kahyangan Tiga dan 2.750 pura lainnya, Wihara 1 buah, Gereja 12 buah dan mesjid/musola 17 buah. Peranan Lembaga Adat sangat besar artinya bagi kelestarian perkembangan agama Hindu serta kepentingan Kedinasan dan Stabilitas sehingga perlu dipertahankan keberadaannya. Jumlah desa adat 271 buah, banjar adat 570 buah dan organisasi Subak (sawah dan tanah kering) berjumlah 575.

1.5. Sosial Lainnya

Pemerintah Daerah dan Instansi Teknis terkait bersama masyarakat terus berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial untuk mewujudkan tata kehidupan serta penghidupan sosial yang bahagia dari segi material dan spiritual. Usaha ini terutama diarahkan untuk mengatasi masalah-masalah pokok dalam kesejahteraan sosial, yaitu kemiskinan, ketertinggalan, keterlantaran dan korban bencana alam.

Banyaknya penderita cacat pada tahun 2011 di Kabupaten Gianyar. Tuna netra (buta) ada 166 orang, Tuna wicara (bisu-tuli) 225 orang, cacat anggota badan 870 orang, cacat mental 386 orang, dan penderita cacat bibir sumbing ada 17 orang.

Berdasarkan hasil pendataan Sosial Ekonomi Penduduk (PSE) 2005, di Kabupaten Gianyar terdapat 7.629 rumahtangga miskin. Pendataan PPLS 2008 tercatat 7.509 rumahtangga, menunjukkan rumah tangga miskin terbanyak ada di kecamatan Gianyar.


Dibaca : 3730 Pengunjung